Keutamaan sedekah:
1. Mendapatkan keberkahan
Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 276 :
“Allah memusnahkan Riba dan menyuburkan sedekah...”
2. Menjadi bertambah (bukannya berkurang)
Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 261:
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh)orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir, seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi maha Mengetahui.”
3. Menghapus dosa
Rasulullah saw, bersabda:
“Bersedekahlah karena sedekah dapat memadamkan kesalahan (dosa), seperti air memadamkan api”. (HR. Abu Ya’la)
4. Masuk surga melalui pintu sedekah
Dari Abu Hurairah ra Rasulullah saw, bersabda:
“...Barangsiapa ahlisedekah, maka di surga kelak akan dipanggil melalui pintu sedekah. Dan barangsiapa ahli puasa, maka dipanggil melalui pintu puasa (rayyan).” (HR Muslim)
5. Menyenangkan dan menggembirakan orang lain.
Rasulullah brsabda :
“Amal yang paling dicintai oleh Allah setelah amal ibadah wajib adalah menggembirakan hati orang muslim.” (HR Ahmad)
6. Meredam kemurkaan Allah
Rasulullah saw, bersabda :
“Sesungguhnya shadaqah secara sembunyi-sembunyi bisa memadamkan kemurkaan Allah”
7. Sebagai obat dari berbagai penyakit (jasmani maupun rohani)
Rasulullah saw, bersabda :
“Obatilah penyakitmu dengan sedekah...” (HR Thabrani dan Baihaqi)
8. Melunakkan Hati
Rasulullah saw bersabda :
“jika engkau ingin melunakkan hatimu, maka berilah makan pada orang mskin dan usplah kepala anak yatim.” (HR Ahmad)
9. Sebagai penolak bencana dan musibah
Rasulullah saw, bersabda :
“Bersegeralah dalam bersedekah, karena bala’ (musibah) tidak akan bisa mendahului sedekah”. (HR Imam Baihaqi)
10. Mendapatkan perlindungan (naungan) di hari kiamat
Rasulullah saw bersabda :
“Tujuh kelompok yang akan mendapatkan naungan dari Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya diantaranya yaitu: “Seseorang yang menyedekahkan hartanya dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.” (HR Bukhari dan Muslim)
11. Dido’akan oleh malaikat setiap hari
Sabda Rasulullah saw: “Tidaklah datang suatu hari (setiap hari), kecuali akan turun dua malaikat, salah satunya berdo’a, “Ya Allah berilah balasan (pahala) pada orang-orang yang berinfaq.
Dan malaikat yang satunya lagi berdo’a, “YaAllah berilah kbinasaan pada orang-orang yang bakhil.” (HR. Bukhori dan Muslim
12. Membersihkan harta yang kotor
Rasulullah Saw bersabda: “Wahai para pedagang sesungguhnya jual beli itu tercampr dengan perbuatan sia-sia dan sumpah maka bersihkanlah dengan shadaqoh.” (HR Ahmad)
Hal-Hal yang Membatalkan Pahala Sedekah, antara lain:
1. Riya’ (ingin mendapat pujian)
2. Al-Mann (Mengungkit-ungkit)
3. Al-Adza (menyakiti penerima sedekah)
Firman Allah swt:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperrti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia...” (QS. Al-Baqarah : 264)
Sumber : Buletin Al-Mihrab
Rabu, 28 Januari 2015
Majlis Dzikir
Majlis dzikir atau dzikir berjama’ah adalah amalan terpuji dan juga dianjurkan . Diantara keutamaan majlis dzikir adalah:
1. Menentramkan hati
Allah swt. berfirman:
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengimgat Allah hati menjadi ternteram.” (QS. Ar-Ra’d : 28)
2. Merupakan taman-taman surga yang penuh rahmat.
Dari Jabir ra. Ia berkata:
“Rasulullah keluar menjumpa kami dan bersabda:
“Wahai saudara-saudara, Allah memiliki malaikat yang pergi berkeliling dan berhenti di majlis-majlis dzikir di dunia. Maka penuhilah taman-taman surga”.
Mereka (para sahabat) bertanya:
“majlis-majlis dzikir. Kunjungilah dan hiburlah diri dengan dzikir kepada Allah” (HR. Al Badzar dan Al Hakim).
Dalam hadits lain, Rasulullah bersabda:
“Tidaklah suatu kaum duduk pada sebuah majlis utuk berdzikir kepada Allah, kecuali malaikat mengelilingi dengan sayap mereka dan menyelimutinya dengan rahmat.” (HR. Muslim)
3. Terampuni dosa-dosanya
Rasulullah saw bersabda:
“Tidaklah suatu kaum berkumpul untuk berdzikir dan tidak mengharap kecuali ridha Allah melainkan malaikat akan menyeru dari langit : Berdirilah kalian dalam keadaan terampuni dosa-dosa kalian.” (HR. Thabrani)
Dzikir dengan Suara Keras
Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata:
“Sesungguhnya mengeraskan suara dalam berdzikir setelah manusia-manusia selesai dari sholat fardhu lima waktu, benar-benar terjadi pada zaman Nabi saw. Aku (Ibnu Abbas) mengetahui para sahabat melakukan hal itu karena aku mendengarnya.” (HR. Bukhori)
Imam Al-Ghazali ra, berkata :
“Sunnah dzikir keras (jahr) dengan berjamaah di masjid karena dengan banyak suara keras akan memudahkan cepat hancurnya hati yang keras bagaikan batu, seperti batu dipukul oleh orang banyak maka akan cepat hancur”
Syekh Ibrahim Al-Mabtuli ra, berkata:
“Keraskan suaramu di dalam berdzikir, sehingga sampai menghasilkan al jam’iyah (keteguhan hatimu) seperti orang-orang yang telah mengenal Allah. Dan wajib bagi murid-murid yang masih dalam tahap belajar menuju Allah, untuk mengangkat suaranya dalam berdzikir, sampai terbongkarlah hijab (penghalang kepada Allah dari hati yang keras membatu)” (kifayatul At-Qiya)
Imam Nawawi ra, berkata :
“Bahwa memelankan dzikir itu lebih utama sekiranya ada kekhawatiran akan riya’, mengganggu orang yang shalat atau orang tidur. Dan mengeraskan dzikir lebih utama jika lebih banyak mendatangkan manfaat. Seperti agar kumandang dzikir itu bisa sampai kepada orang yang ingin mendengar, dapat mengingatkan hati orang yang lalai, terus merenungkan dan menghayati dzikir, mengonsentrasikan pendengaran jama’ah, menghilangkan kantuk serta menambah semangat.” (Ruhul Bayan).
Sumber: Buletin Al-Mihrab
Rabu, 21 Januari 2015
Sunan Giri
SUNAN GIRI
Di Gresik ada seorang pengajar agama yang terkenal, namanya Raden Paku, disebut juga sebagai Prabu Satmata atau Sultan Abdul Fakih. Beliau adalah putera Maulana Ishak dari Blambangan (di Jawa Timur). Maulana Ishak dikatakan dari Blambangan, oleh karena itu ditugaskan oleh Sunan Ampel untuk menyebarkan agama islam di daerah Blambangan yang pada masa itu masih kuat memeluk agama Hindu dan Budha. Berhubung ayahnya ke Pasai, dan tidak kembali lagi ke tanah Jawa, maka Raden Paku kemudian diambil sebagai putera angkat oleh salah seorang wanita kaya, Nyi Gede Maloka. Kalau dalam Babad Tanah Jawa disebut Nyai Ageng Tandes atau Nyai Ageng saja. Sesudah beliau besar disekolahkannya ke Ampel untuk berguru pada Raden Rahmat (Sunan AMpel). Di sana Raden Paku bertermu dengan Maulana Makhdum Ibrahim, putera-putera Sunan Ampel yang kemudian bergelar Sunan Bonang.
Kemudian bersama-sama dengan Maulana Makhdum Ibrahim Raden Paku oleh Sunan Ampel di suruh pergi haji ke tanah suci, smbil memperdalam ilmunya. Tetapi mereka sebelum sampai di tanah suci singgah terlebih dahulu di Pasai (Aceh), untuk menunutut ilmu kepada para ulama di sana.
Adapun yang dimaksud ilmu disini ialah ilmu ketuhanan menurur ajaran tasawuf. Konon kabarnya memang banyak ulama-ulama keturunan India dan Persia yang membuka pengajian di Pasei di waktu itu. Bahkan banyak pula ulama-ulama dari Malaka juga kadang datan bertanya tentang sesuatu masalah ke Pasai. Sesudah kedua tunas muda itu selesaimenuntut pelajaran di sana, merekapun kembalilah ke tanah jawa. Raden Paku berhasil mendapat “ilmu laduni”, sehingga gurunya di Pasai memberikan nama “Ainul Yaqin”.
Raden Paku sekembalinya di tanah jawa mengajarkan agama islam menurut bakatnya. Raden Paku atau Syekh Ainul Yaqin mengadakan tempat berkumpul yang boleh disebut pondok pesantrennya ialah di Giri, dimana murid-muridnya terdiri dari orang-orang kecil (rakyat jelata).
Sungguh amat besar jasa Sunan Giri semasa hidupnya, karena beliaulah yang mengirimkan utusan ke luar jawa. Mereka terdiri dari pelajar, saudagar, nelayan. Mereka dikirim oleh Sunan Giri ke Pulau Madura, juga ke Bawean dan Kangean, bahkan sampai ke Ternate dan Haruku di Kepulauan Maluku. Amat besar pengaruh Sunan Giri terhadap jalannya Roda pemerintahan dikerajaan islam Demak. Sehingga suatu soal yang penting senantiasa menantikan sikap dan keputusan yang diambil Oleh Sunan Giri. Oleh para Wali Lainnya, Beliau dihormati serta disegani.
Pada waktu dahulu Sunan Giri menjadi sumber keagamaan, dan termasyhur di seluruh Tanah Jawa dan sekelilingnya. Dari segala penjuru, baik dari kalangan atas maupun kalangan bawah banyak yang pergi ke Giri untuk berguru pada Sunan Giri. Beliaulah kabarnya yang menciptakan gending Asmaradana dan Pucung. Daerah penyiarannya sampai ke Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara dan Madura. Beliau mendidik anak-anak dengan jalan membuat bermacam-macam permainan yang berjiwa agama. Seperti misalnya: Jelungan, Jamuran, Gendi Gerit, Jor, Gula Ganti, Cublak-Cublak Suweng, Ilir-ilir dan sebagainya.
Diantara permainan kanak-kanak hasil ciptaannya adalah “Jitungan atau Jelungan”. Adapun caranya adalah:
Anak-anak banyak, satu diantaranya menjadi “pemburu”, yang lain menjadi “buruan” mereka ini akan selamat atau bebas dari terkaman pemburunya apabila telah berpegangan pada Jitungan yaitu satu pohon, tiang atau tonggak yang telah ditentukan terlebih dahulu.
Permainan ini dimaksudkan untuk mendidik pengertian tentang keselamatan hidup, yaitu: bahwa apabila sudah berpegangan kepada agama yang berdasarkan Ketuhanan Yng Maha Esa, maka manusia (buruan)itu akan selamat dari terkman iblis )pemburunya). Disamping itu diajarkan pula nyanyian-nyanyian untuk anak-anak yang bersifat pedagogis serta berjiwa agama. Diantaranya ialah “Tembang Dolanan Bocah” yang berbunyi sebagai berikut:
“Padang-padang bulan, ayo gage da dolanan, dolanane naning latar, ngalap padang gilar-gilar, nundung begog hangataikar”. Artinya kira-kira:
“Terang-terang bulan, marilah lekas bermain, bermain di halaman, mengambil manfaat dari terang benderang, mengusir gelap yang lari terbirit-birit”.
Adapun maksud dari tembang tersebut adalah: agama islam (bulan) telah datang memberi penerangan hidup, maka marilah segera orang menunutut penghidupan (dolanan, bermain) di bumi ini (latar, halaman) akan mengambil manfaat ilmu agama islam (pandang gilar-gilar, terang benderang) itu, agar sesat kebodohan diri (begog, gelap) segera terusir.
Disamping itu terkenal pula tembang buat kanak-kana yang bernama “Ilir-ilir” yang isinya mengandung filsafat serta berjiwa agama. Bunyi selengkapya ialah demikian:
“Lir-ilir, lir-ilir, tandure wis sumilir. Sing ijo royo-royo, tak sengguh kemanten anyar. Cah angon, cah angon, penekno blimbing kuwi, lunyu-lunyu penekno kanggo masuh dodotira. Dodotiro-dodotiro kumitir bedah ing pinggir, dondomono jrumatono, kanggo sebo mengko sore. Mumpung jembar kalangane, ndak sorak hure”.
Maksudnya ialah: sang bayi yang lahir di dalam dunia ini masih suci, bersih, murni, sehingga siapa saja ingin memandangnya. “Bocah angon” (pengembala) tu diumpamakan santri, mualim, artinya orang yang menjalankan syari’at agama. Sedangkan belimbing diibaratkan blimbing itu mempunyai lima belahan, maksudnya untuk menjalankan sembahyang lima waktu. Meskipun lunyu-lunyu (licin), tolong panjatkan juga, kendatipun sembahyang itu susah, namun kerjakanlah, nuat membasuh “dodotiro-dodotiro, kumitir bedah ing pinggir” maksutnya kendatipun salat itu susah, tetapi kerjakan guna membasuh hati dan jiwa kita yang kotor ini. “dondomono, jrumatono, kanggo sebo mengko sore, ndak surak sorak hore”. Maksudnya: bahwa orang hidup di dalam dunia ini senantiasa condong berbuat dosa, segan mengerjakan yang baik dan benar serta utama, sehingga dengan menjalankan salat itu diharapkan besuk dikelak kemudian dapat kita buat sebagai bekal kita dalam menghadap kehadirat tuhan yang maha kuasa, bekal itu ialah beramal saleh. Itulah diantara lain buah ciptaan sunan giri. Mengenai tembang (lagu) ilir-ilirini ada pula yang berpendapat bahwa itu adalah ciptaan sunan kalijogo. Akan tetapi mengingat bahwa diantara wali songo, sunan giri yang terkenal sebagai orang pendidik yang gemar menciptakan lagu-lagu kanan-kanak maka besar dugaan kita bahwa lagu tersebut adalah ciptaan beliau juga.jika tidak, yang pasti ialah bahwa tembang tersebut adalah ciptaan pada jaman wali.
Di Gresik ada seorang pengajar agama yang terkenal, namanya Raden Paku, disebut juga sebagai Prabu Satmata atau Sultan Abdul Fakih. Beliau adalah putera Maulana Ishak dari Blambangan (di Jawa Timur). Maulana Ishak dikatakan dari Blambangan, oleh karena itu ditugaskan oleh Sunan Ampel untuk menyebarkan agama islam di daerah Blambangan yang pada masa itu masih kuat memeluk agama Hindu dan Budha. Berhubung ayahnya ke Pasai, dan tidak kembali lagi ke tanah Jawa, maka Raden Paku kemudian diambil sebagai putera angkat oleh salah seorang wanita kaya, Nyi Gede Maloka. Kalau dalam Babad Tanah Jawa disebut Nyai Ageng Tandes atau Nyai Ageng saja. Sesudah beliau besar disekolahkannya ke Ampel untuk berguru pada Raden Rahmat (Sunan AMpel). Di sana Raden Paku bertermu dengan Maulana Makhdum Ibrahim, putera-putera Sunan Ampel yang kemudian bergelar Sunan Bonang.
Kemudian bersama-sama dengan Maulana Makhdum Ibrahim Raden Paku oleh Sunan Ampel di suruh pergi haji ke tanah suci, smbil memperdalam ilmunya. Tetapi mereka sebelum sampai di tanah suci singgah terlebih dahulu di Pasai (Aceh), untuk menunutut ilmu kepada para ulama di sana.
Adapun yang dimaksud ilmu disini ialah ilmu ketuhanan menurur ajaran tasawuf. Konon kabarnya memang banyak ulama-ulama keturunan India dan Persia yang membuka pengajian di Pasei di waktu itu. Bahkan banyak pula ulama-ulama dari Malaka juga kadang datan bertanya tentang sesuatu masalah ke Pasai. Sesudah kedua tunas muda itu selesaimenuntut pelajaran di sana, merekapun kembalilah ke tanah jawa. Raden Paku berhasil mendapat “ilmu laduni”, sehingga gurunya di Pasai memberikan nama “Ainul Yaqin”.
Raden Paku sekembalinya di tanah jawa mengajarkan agama islam menurut bakatnya. Raden Paku atau Syekh Ainul Yaqin mengadakan tempat berkumpul yang boleh disebut pondok pesantrennya ialah di Giri, dimana murid-muridnya terdiri dari orang-orang kecil (rakyat jelata).
Sungguh amat besar jasa Sunan Giri semasa hidupnya, karena beliaulah yang mengirimkan utusan ke luar jawa. Mereka terdiri dari pelajar, saudagar, nelayan. Mereka dikirim oleh Sunan Giri ke Pulau Madura, juga ke Bawean dan Kangean, bahkan sampai ke Ternate dan Haruku di Kepulauan Maluku. Amat besar pengaruh Sunan Giri terhadap jalannya Roda pemerintahan dikerajaan islam Demak. Sehingga suatu soal yang penting senantiasa menantikan sikap dan keputusan yang diambil Oleh Sunan Giri. Oleh para Wali Lainnya, Beliau dihormati serta disegani.
Pada waktu dahulu Sunan Giri menjadi sumber keagamaan, dan termasyhur di seluruh Tanah Jawa dan sekelilingnya. Dari segala penjuru, baik dari kalangan atas maupun kalangan bawah banyak yang pergi ke Giri untuk berguru pada Sunan Giri. Beliaulah kabarnya yang menciptakan gending Asmaradana dan Pucung. Daerah penyiarannya sampai ke Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara dan Madura. Beliau mendidik anak-anak dengan jalan membuat bermacam-macam permainan yang berjiwa agama. Seperti misalnya: Jelungan, Jamuran, Gendi Gerit, Jor, Gula Ganti, Cublak-Cublak Suweng, Ilir-ilir dan sebagainya.
Diantara permainan kanak-kanak hasil ciptaannya adalah “Jitungan atau Jelungan”. Adapun caranya adalah:
Anak-anak banyak, satu diantaranya menjadi “pemburu”, yang lain menjadi “buruan” mereka ini akan selamat atau bebas dari terkaman pemburunya apabila telah berpegangan pada Jitungan yaitu satu pohon, tiang atau tonggak yang telah ditentukan terlebih dahulu.
Permainan ini dimaksudkan untuk mendidik pengertian tentang keselamatan hidup, yaitu: bahwa apabila sudah berpegangan kepada agama yang berdasarkan Ketuhanan Yng Maha Esa, maka manusia (buruan)itu akan selamat dari terkman iblis )pemburunya). Disamping itu diajarkan pula nyanyian-nyanyian untuk anak-anak yang bersifat pedagogis serta berjiwa agama. Diantaranya ialah “Tembang Dolanan Bocah” yang berbunyi sebagai berikut:
“Padang-padang bulan, ayo gage da dolanan, dolanane naning latar, ngalap padang gilar-gilar, nundung begog hangataikar”. Artinya kira-kira:
“Terang-terang bulan, marilah lekas bermain, bermain di halaman, mengambil manfaat dari terang benderang, mengusir gelap yang lari terbirit-birit”.
Adapun maksud dari tembang tersebut adalah: agama islam (bulan) telah datang memberi penerangan hidup, maka marilah segera orang menunutut penghidupan (dolanan, bermain) di bumi ini (latar, halaman) akan mengambil manfaat ilmu agama islam (pandang gilar-gilar, terang benderang) itu, agar sesat kebodohan diri (begog, gelap) segera terusir.
Disamping itu terkenal pula tembang buat kanak-kana yang bernama “Ilir-ilir” yang isinya mengandung filsafat serta berjiwa agama. Bunyi selengkapya ialah demikian:
“Lir-ilir, lir-ilir, tandure wis sumilir. Sing ijo royo-royo, tak sengguh kemanten anyar. Cah angon, cah angon, penekno blimbing kuwi, lunyu-lunyu penekno kanggo masuh dodotira. Dodotiro-dodotiro kumitir bedah ing pinggir, dondomono jrumatono, kanggo sebo mengko sore. Mumpung jembar kalangane, ndak sorak hure”.
Maksudnya ialah: sang bayi yang lahir di dalam dunia ini masih suci, bersih, murni, sehingga siapa saja ingin memandangnya. “Bocah angon” (pengembala) tu diumpamakan santri, mualim, artinya orang yang menjalankan syari’at agama. Sedangkan belimbing diibaratkan blimbing itu mempunyai lima belahan, maksudnya untuk menjalankan sembahyang lima waktu. Meskipun lunyu-lunyu (licin), tolong panjatkan juga, kendatipun sembahyang itu susah, namun kerjakanlah, nuat membasuh “dodotiro-dodotiro, kumitir bedah ing pinggir” maksutnya kendatipun salat itu susah, tetapi kerjakan guna membasuh hati dan jiwa kita yang kotor ini. “dondomono, jrumatono, kanggo sebo mengko sore, ndak surak sorak hore”. Maksudnya: bahwa orang hidup di dalam dunia ini senantiasa condong berbuat dosa, segan mengerjakan yang baik dan benar serta utama, sehingga dengan menjalankan salat itu diharapkan besuk dikelak kemudian dapat kita buat sebagai bekal kita dalam menghadap kehadirat tuhan yang maha kuasa, bekal itu ialah beramal saleh. Itulah diantara lain buah ciptaan sunan giri. Mengenai tembang (lagu) ilir-ilirini ada pula yang berpendapat bahwa itu adalah ciptaan sunan kalijogo. Akan tetapi mengingat bahwa diantara wali songo, sunan giri yang terkenal sebagai orang pendidik yang gemar menciptakan lagu-lagu kanan-kanak maka besar dugaan kita bahwa lagu tersebut adalah ciptaan beliau juga.jika tidak, yang pasti ialah bahwa tembang tersebut adalah ciptaan pada jaman wali.
Manfaat dan Keajaiban sholawat
Manfaat dan Keajaiban Membaca Shalawat
1. Membaca shalawat sebagai bentuk realisasi ketaatan kepada perintah Allah Ta’ala.
2. Mencontoh Allah dalam membaca shalawat.
3. mencontoh para malaikat-Nya.
4. Mendapat balasan sepuluh rahmah dari Allah setiap membaca sekali shalawat.
5. Diangkat sepuluh derajat karena membaca sekali shalawat.
6. Ditulis sepuluh kebaikan bagi yang membaca sekali shalawat.
7. Dihapus sepuluh keburukan bagi yang membaca sekali shalawat.
8. Menjadi sebab utama dikabulkan doa.
9. Menjadi sebab meraih syafaat Nabi.
10. Mendapat pengampunan dari Allah.
11. Allah akan mencukupi hidupnya dari berbagai macam keluh kesah.
12. Sebagai sebab dekatnya seorang hamba dengan Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam nanti pada hari kiamat.
13. Shalawat bisa mengganti dan menduduki ibadah shadaqoh.
14. Menjadi sebab terpenuhi berbagai macam hajat kebutuhan.
15. Meraih shalawatnya Allah dan shalawatnya para malaikat atasnya.
16. Menjadi sebab seseorang meraih kesucian dan kemuliaan.
17. Orang yang gemar membaca shalawat akan mendapat kabar gembira sebelum matinya.
18. Akan meraih keamanan dan keselamatan dari rintangan hari kiamat.
19. Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam akan menjawab shalawat dan salam kepada orang-orang yang membaca shalawat dan salam kepadanya.
20. Bisa membantu seorang hamba mengingatkan sesuatu yang terlupa.
21. Menjadi sebab berkahnya suatu majlis agar tidak kembali pulang dalam keadaan merugi dan cacat.
22. Membaca shalawat mampu mengusir dan melenyapkan kemiskinan.
23. Membaca shalawat mampu menghilangkan penyakit bakhil dari seorang hamba.
24. Menjadi selamatnya seorang hamba dari doanya Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam yang buruk, karena beliau mendoakan celaka bagi yang mendengar nama disebut tidak membaca shalawat.
25. Membaca shalawat menjadi jalan menuju sorga.
26. Selamat dari busuknya majlis karena membaca shalawat.
27. Membaca shalawat menjadi penyempurna bagi pembicaraan pada saat berkhutbah.
28. Menjadi sebab sempurnanya cahaya seorang hamba pada saat meniti titian.
29. Membaca shalawat akan mengeluarkan seseorang dari sifat kasar dan keras kepala.
30. Menjadi sebab langgengnya pujian Allah atasnya.
31. Mendatangkan keberkahan kepada orang yang membaca shalawat.
32. Orang yang membaca shalawat akan meraih rahmat dari Allah.
33. Sebagai bukti cinta Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam secara abadi.
34. Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam akan selalu mencintai orang yang membaca shalawat.
35. Menjadi sebab seorang hamba meraih hidayah.
36. Nama orang yang membaca shalawat akan disampaikan kepada Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam
37. Menjadi sebab teguhnya kaki pada saat meniti titian.
38. Dengan membaca shalawat berarti seseorang telah menunaikan haknya Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam atasnya.
39. Mengandung dzikir dan syukur kepada Allah.
40. Shalawat adalah doa karena dengan membaca shalawat berarti telah memuji khalilullah dan kekasih-Nya. Dengan itu berarti telah mendoakan baik untuknya.
Sumber: Artikel Buka Hati Menuntut Ilmu
Subhanallah... begitu indahnya manfaat membaca sholawat kepada Nabi Muhammad, dengan hanya sekali membaca sholawat maka sepuluh kebaikan, rahmat dilimpahkan kepada orang-orang yang bersholawat. Tunggu apa lagi? Mari bersholawat...!
1. Membaca shalawat sebagai bentuk realisasi ketaatan kepada perintah Allah Ta’ala.
2. Mencontoh Allah dalam membaca shalawat.
3. mencontoh para malaikat-Nya.
4. Mendapat balasan sepuluh rahmah dari Allah setiap membaca sekali shalawat.
5. Diangkat sepuluh derajat karena membaca sekali shalawat.
6. Ditulis sepuluh kebaikan bagi yang membaca sekali shalawat.
7. Dihapus sepuluh keburukan bagi yang membaca sekali shalawat.
8. Menjadi sebab utama dikabulkan doa.
9. Menjadi sebab meraih syafaat Nabi.
10. Mendapat pengampunan dari Allah.
11. Allah akan mencukupi hidupnya dari berbagai macam keluh kesah.
12. Sebagai sebab dekatnya seorang hamba dengan Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam nanti pada hari kiamat.
13. Shalawat bisa mengganti dan menduduki ibadah shadaqoh.
14. Menjadi sebab terpenuhi berbagai macam hajat kebutuhan.
15. Meraih shalawatnya Allah dan shalawatnya para malaikat atasnya.
16. Menjadi sebab seseorang meraih kesucian dan kemuliaan.
17. Orang yang gemar membaca shalawat akan mendapat kabar gembira sebelum matinya.
18. Akan meraih keamanan dan keselamatan dari rintangan hari kiamat.
19. Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam akan menjawab shalawat dan salam kepada orang-orang yang membaca shalawat dan salam kepadanya.
20. Bisa membantu seorang hamba mengingatkan sesuatu yang terlupa.
21. Menjadi sebab berkahnya suatu majlis agar tidak kembali pulang dalam keadaan merugi dan cacat.
22. Membaca shalawat mampu mengusir dan melenyapkan kemiskinan.
23. Membaca shalawat mampu menghilangkan penyakit bakhil dari seorang hamba.
24. Menjadi selamatnya seorang hamba dari doanya Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam yang buruk, karena beliau mendoakan celaka bagi yang mendengar nama disebut tidak membaca shalawat.
25. Membaca shalawat menjadi jalan menuju sorga.
26. Selamat dari busuknya majlis karena membaca shalawat.
27. Membaca shalawat menjadi penyempurna bagi pembicaraan pada saat berkhutbah.
28. Menjadi sebab sempurnanya cahaya seorang hamba pada saat meniti titian.
29. Membaca shalawat akan mengeluarkan seseorang dari sifat kasar dan keras kepala.
30. Menjadi sebab langgengnya pujian Allah atasnya.
31. Mendatangkan keberkahan kepada orang yang membaca shalawat.
32. Orang yang membaca shalawat akan meraih rahmat dari Allah.
33. Sebagai bukti cinta Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam secara abadi.
34. Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam akan selalu mencintai orang yang membaca shalawat.
35. Menjadi sebab seorang hamba meraih hidayah.
36. Nama orang yang membaca shalawat akan disampaikan kepada Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam
37. Menjadi sebab teguhnya kaki pada saat meniti titian.
38. Dengan membaca shalawat berarti seseorang telah menunaikan haknya Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam atasnya.
39. Mengandung dzikir dan syukur kepada Allah.
40. Shalawat adalah doa karena dengan membaca shalawat berarti telah memuji khalilullah dan kekasih-Nya. Dengan itu berarti telah mendoakan baik untuknya.
Sumber: Artikel Buka Hati Menuntut Ilmu
Subhanallah... begitu indahnya manfaat membaca sholawat kepada Nabi Muhammad, dengan hanya sekali membaca sholawat maka sepuluh kebaikan, rahmat dilimpahkan kepada orang-orang yang bersholawat. Tunggu apa lagi? Mari bersholawat...!
Langganan:
Postingan (Atom)


