Rabu, 28 Januari 2015

Majlis Dzikir


Majlis dzikir atau dzikir berjama’ah adalah amalan terpuji dan juga dianjurkan . Diantara keutamaan majlis dzikir adalah:
1.    Menentramkan hati
Allah swt. berfirman:
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengimgat Allah hati menjadi ternteram.” (QS. Ar-Ra’d : 28)
2.    Merupakan taman-taman surga yang penuh rahmat.
Dari Jabir ra. Ia berkata:
“Rasulullah keluar menjumpa kami dan bersabda:
“Wahai saudara-saudara, Allah memiliki malaikat yang pergi berkeliling dan berhenti di majlis-majlis dzikir di dunia. Maka penuhilah taman-taman surga”.
Mereka (para sahabat) bertanya:
“majlis-majlis dzikir. Kunjungilah dan hiburlah diri dengan dzikir kepada Allah” (HR. Al Badzar dan Al Hakim).
Dalam hadits lain, Rasulullah bersabda:
“Tidaklah suatu kaum duduk pada sebuah majlis utuk berdzikir kepada Allah, kecuali malaikat mengelilingi dengan sayap mereka dan menyelimutinya dengan rahmat.” (HR. Muslim)
3.    Terampuni dosa-dosanya
Rasulullah saw bersabda:
“Tidaklah suatu kaum berkumpul untuk berdzikir dan tidak mengharap kecuali ridha  Allah melainkan malaikat akan menyeru dari langit : Berdirilah kalian dalam keadaan terampuni dosa-dosa kalian.” (HR. Thabrani)

Dzikir dengan Suara Keras
Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata:
“Sesungguhnya mengeraskan suara dalam berdzikir setelah manusia-manusia selesai dari sholat fardhu lima waktu, benar-benar terjadi pada zaman Nabi saw. Aku (Ibnu Abbas) mengetahui para sahabat melakukan hal itu karena aku mendengarnya.” (HR. Bukhori)
Imam Al-Ghazali ra, berkata :
“Sunnah dzikir keras (jahr) dengan berjamaah di masjid karena dengan banyak suara keras akan memudahkan cepat hancurnya hati yang keras bagaikan batu, seperti batu dipukul oleh orang banyak maka akan cepat hancur”
Syekh Ibrahim Al-Mabtuli ra, berkata:
“Keraskan suaramu di dalam berdzikir, sehingga sampai menghasilkan al jam’iyah (keteguhan hatimu) seperti orang-orang yang telah mengenal Allah. Dan wajib bagi murid-murid yang masih dalam tahap belajar menuju Allah, untuk mengangkat suaranya dalam berdzikir, sampai terbongkarlah hijab (penghalang kepada Allah dari hati yang keras membatu)” (kifayatul At-Qiya)
Imam Nawawi ra, berkata :
“Bahwa memelankan dzikir itu lebih utama sekiranya ada kekhawatiran akan riya’, mengganggu orang yang shalat atau orang tidur. Dan mengeraskan dzikir lebih utama jika lebih banyak mendatangkan manfaat. Seperti agar kumandang dzikir itu bisa sampai kepada orang yang ingin mendengar, dapat mengingatkan hati orang yang lalai, terus merenungkan dan menghayati dzikir, mengonsentrasikan pendengaran jama’ah, menghilangkan kantuk serta menambah semangat.” (Ruhul Bayan).

Sumber: Buletin Al-Mihrab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar