Amaliyah
di Pagi Hari
1.
Bangun
pagi hari
Rasulullah
saw, bersabda:
“Bangunlah
pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya pada
pagi terdapat barokah dan keberuntungan.” (HR. Thabrani dan Bazzar)
2.
Shalat
Subuh berjama’ah
Rasulullah
saw, bersabda:
“Malaikat
akan senantiasa memohonkan ampun dan rahmat untuknya, selama ia masih tetap
berada di tempat shalatnya dan tidak berhadats. Malaikat berdo’a: “Ya Allah,
ampunilah dia dan rahmatilah, Ya Allah, rahmatilah dia...” (HR. Bukhori dan Muslim)
Dalam
hadits lain Rasulullah saw, bersabda:
“Barangsiapa
shalat fajar (waktu subuh) berjama’ah di masjid, kemudian tetap duduk
bers=dzikir mengingat Allah, hingga terbit matahari lalu shalat dua roka’at
(shalat dhuha), maka seakan-akan ia mendapatkan pahala haji dan umrah dengan
sempurna, sempurna, dan sempurna.” (HR. Tirmidzi)
3.
Pebanyak
dzikir.
Allah
swt, berfirman:
“Hai
orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dengan
dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab : 41)
Dari
Abu Hurairah ra Rasulullah saw, bersabda:
“Barangsiapa
mengucapkan dii waktu pagi dan petang “Subhanallah wa bihamdihi” seratus kali,
maka tidak ada serang pun di hari kiamat yang datang membawa suatu kebaikan
yang lebih baik darinya, kecuali orang yang mengucapkan hal yang sama atau
lebih dari itu.” (HR. Muslim).
4.
Membaca
Al-Qur’an
Allah
swt, berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah
dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami
anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu
mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”.
“Agar
Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada merka dari
karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS.
Fathir : 29-30).
Dari
Anas ra, Rasulullah saw, bersabda:
“Perbanyaklah
memebaca Al-Qur’an dirumahmu, sesungguhnya rumah yang tidak pernah dibacakan
Al-Qur’an, sedikit sekali diumpai kebaikan dan akan banyak kejahatan, serta
penghuninya selalu mersa sempit dan susah.” (HR. Baihaqi).
5.
Shalat
Dhuha
Dalam
hadits qudsi Rasulullah saw, bersabda:
“Allah
swt, berfirman: Wahai anak Adam, janganlah sekali-kali engkau malas mengerjakan
empat rakaat shalat dhuha, akrena denganshalat tersebut, Aku cukupkan
kebutuhanmu sampai pada sore harinya.” (HR. Hakim dan Thabrani).
Dari
Anas ra, Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa
yang shalat dhuha duabelas rakaat, Allah akan buatkan baginya satu istana dari
emas di surga.” (HR. Tirmidzi dan Ibn Majah).
Sabda
Rasulullah saw.:
“Sesungguhnya
di surga kelak terdapat pintu yang bernama adl-Dluha dan pada hari kiamat nanti
akan terdengar panggilan, dimanakah orang-orang yang melanggengkan sholat
dhuha, ini adalah pintu kalian masuklah kalian dengan rahmad Allah swt.” (HR.
Thabrani).
6.
Bersedekah
Allah
berfirman:
“Perumpamaan
(nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan
Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada
tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang
Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (QS.
Al-Baqarah : 261).
Rasulullah
saw, bersabda:
“Bersegeralah
dalam bersedekah, karena yang namanya bala’ tidak akan bisa mendahului
sedekah.” (HR. Imam Baihaqi).
Dalam
hadits lain Rasulullah saw juga bersabda:
“Tidaklah
datang suatu hari (setiap hari), kesuali akan turun dua malaikat, salah satunya
mengatakan:
“Ya
Allah, berilah balasan pada orang-orang yang berinfaq.
Dan
malaikat yang satunya lagi mengatakan:
“Ya
Allah berilah kebinasaan pada orang-orang yang bakhil.” (HR. Bukahri dan
Muslim).
7.
Bekerja
atau mencari nafkah.
Rasuullah
saw, bersabda:
“Bangunlah
pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya pada
pagi hari terdapat barokah dan keberuntungan.” (HR Thabrani dan Bazzar)
Rasulullah
saw juga bersabda:
“Barangsiapa
yang bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya, maka sama dengan pejuang
di jalan Allah ‘Azza Wa jalla.” (HR. Ahmad)
Rasulullah
saw bersabda:
“Barangsiapa
mencari harta dunia secara halal, sebagai upaya untuk menjaga diri dari
meminta-minta, sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dan karena menaruh iba kepada tetangganya, dia
akan menjumpai Allah dengan wajah bagaikan bulan di malam purnama.” (HR. Abu
Nu’aim dan Baihaqi).
Rasulullah
saw bersabda:
“Tidak
ada makanan yang dimakan oleh seseorang, yang lebih baik dari makanan yang
diperoleh dari usaha tangannya sendiri, karena Nabi Allah, Daud, makan dari
hasil usaha tangannya sendiri.” (HR. Bukhori).
Sumber
: Buletin Al-Mihrab

Tidak ada komentar:
Posting Komentar