Kriteria siwak yang dianjurkan dalam islam
adalah:
1.
Bisa menghilangkan kotoran pada gigi
2.
Menghilangkan bau mulut
3.
Tidak melukai gusi
§
Keutamaan-keutamaan bersiwak:
1.
Memperoleh keridhaan Allah swt.
Rasulullah bersabda:
“Siwak adalah pembersih mulut, dan didalam siwak terdapat
keridhaan Allah Swt.” (HR.Nasai dan Ibnu Khuzaimah)
2.
Dua rakaat shalat dengan bersiwak lebih utama
dari 70 rakaat tanpa bersiwak.
Sabda Rasulullah saw:
“Keutamaan shalat memakai siwak atas shalat yang tidak memakai
siwak, tujuh puluh kali lipatnya.” (HR. Ahmad, Ibn Khuzaimha dan Hakim)
3.
Mempertajam atau menjadikan terang penglihatan
mata
Rosulululloh saw bersabda :
“Siwak adalah pembersih mulut, dan dalam siwak ada keridlaan
Allah swt, serta dapat menjadikan terang pada penglihatan” (HR. Thabrani)
4.
Mengobarkan kebencian syaitan.
Dalam riwayat lain:
“Dan dalam siwak terdapat kebencian syaithan”.
5.
Membersihkan dan menyegarkan bau mulut.
6.
Menjadi fasih dalam membaca dan berbicara.
7.
Menguatkan ingatan dan hafalan, serta menambah
kecerdasan akal.
8.
Mempermudah dan meringankan rasa sakit dalam
sakaratul maut.
9.
Memperlambat penuaan, dan memperlambat tumbuhnya
uban.
10.
Melipatgandakan pahala.
11.
Menguatkan dan menghilangkan kuning pada gigi.
12.
Menguatkan gusi.
13.
Membersihkan tenggorokan.
14.
Meratakan punggung (tidak bungkuk).
15.
Mendapatkan kelapangan rejeki dan dimudahkan
segala urusannya.
16.
Membersihkan hati.
17.
Menyehatkan dan menguatkan pencernaan.
18.
Menjadi sebab bisa mengucapkan dua kalimat
syahadat saat naza’ (sakaratul maut).
19.
Mengurangi sakit kepala, menghilangkan segala
kotoran dan lendir yang ada di kepala.
20.
Menambah pahala kebaikan.
21.
Malaikat menyambut gembira terhadap orang yang
shalat dengan bersiwak.
22.
Menerima buku catatan amal dengan tangan kanan.
23.
Menghilangkan penyakit kusta.
24.
Menyuburkan keturunan.
25.
Menjadi penghibur di alam kubur kelak.
26.
Merubah rupa malaikat maut menjadi tampan dan
berseri saat menjemput ajal.
(Sebagaimana diterangkan dalam kitab I’aanah
at-Thoolibiin juz 1 hal 44)
§
Waktu-waktu yang disunnahkan bersiwak
Bersiwak hukumnya sunnah dalam segala keadaan, kecuali saat
berpuasa setelah tergelincirnya matahari (masuk waktu dzuhur), maka hukumnya
makruh.
Adapun waktu-waktu yang sangat dianjurkan untuk bersiwak:
1. Setiap
akan melakukan shalat.
Rasulullah saw, bersabda:
“Jika saja tidak memberakan
pada umatku, niscaya aku akan perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali
akan menjalankan shalat” (HR. Bukhori dan Muslim).
2. Setiap
akan berwudhu.
Dalam hadits lain
Rasulullah saw, bersabda:
“Jika saja tidak
memberatkan pada umatku, niscaya aku akan perintahkan mereka untuk bersiwak
setiap kali akan melaksanakan wudhu.” (HR. Bukhori dan Muslim).
3. Ketika
berubahnya bau mulut.
4. Setiap
bangun tidur.
“Adalah Rasulullah saw,
jika bangun dari malam dia mencuci dan menggosok mulutnya dengan siwak.” (HR.
Bukhori).
5. Setiap
akan masuk rumah.
Dari Syuraih bin Hani:
“Aku bertanya kepada
‘Aisyah : “Apa yang dilakukan pertama kali oleh Rasulullah saw jika beliau
memasuki rumahnya?”
‘Aisyah menjawab :
“Bersiwak”. (HR. Muslim)
6. Ketika
hendak membaca Al-Qur’an.
Dari Ali ra. Berkata:
“Rasulullah saw
memerintahkan kami bersiwak. Sesungguhnya seorang hamba apabila berdiri untuk
shalat, maka malaikat mendekat, mendatangi dan berdiri di belakangnya,
mendengarkan bacaan al-Qur’an dan terus mendengar serta mendekat sembari mulutnya
di atas mulut hamba itu, sehingga tidaklah dia membaca satu ayat pun kecuali
malaikat berada di rongganya.” (HR. Baihaqi).
§
Do’a bersiwak:
“Allahumma thohhir qolbi minasy syirki wan nifaaqi”
“Ya Allah jagalah hatiku dari sifat syirik dan munafik.”
Sumber
: Buletin Al-Mihrab

Tidak ada komentar:
Posting Komentar