Rabu, 11 Februari 2015

Siwak


Kriteria siwak yang dianjurkan dalam islam adalah:
1.       Bisa menghilangkan kotoran pada gigi
2.       Menghilangkan bau mulut
3.       Tidak melukai gusi

§  Keutamaan-keutamaan bersiwak:
1.       Memperoleh keridhaan Allah swt.
Rasulullah bersabda:
“Siwak adalah pembersih mulut, dan didalam siwak terdapat keridhaan Allah Swt.” (HR.Nasai dan Ibnu Khuzaimah)
2.       Dua rakaat shalat dengan bersiwak lebih utama dari 70 rakaat tanpa bersiwak.
Sabda Rasulullah saw:
“Keutamaan shalat memakai siwak atas shalat yang tidak memakai siwak, tujuh puluh kali lipatnya.” (HR. Ahmad, Ibn Khuzaimha dan Hakim)
3.       Mempertajam atau menjadikan terang penglihatan mata
Rosulululloh saw bersabda :
“Siwak adalah pembersih mulut, dan dalam siwak ada keridlaan Allah swt, serta dapat menjadikan terang pada penglihatan” (HR. Thabrani)
4.       Mengobarkan kebencian syaitan.
Dalam riwayat lain:
“Dan dalam siwak terdapat kebencian syaithan”.
5.       Membersihkan dan menyegarkan bau mulut.
6.       Menjadi fasih dalam membaca dan berbicara.
7.       Menguatkan ingatan dan hafalan, serta menambah kecerdasan akal.
8.       Mempermudah dan meringankan rasa sakit dalam sakaratul maut.
9.       Memperlambat penuaan, dan memperlambat tumbuhnya uban.
10.   Melipatgandakan pahala.
11.   Menguatkan dan menghilangkan kuning pada gigi.
12.   Menguatkan gusi.
13.   Membersihkan tenggorokan.
14.   Meratakan punggung (tidak bungkuk).
15.   Mendapatkan kelapangan rejeki dan dimudahkan segala urusannya.
16.   Membersihkan hati.
17.   Menyehatkan dan menguatkan pencernaan.
18.   Menjadi sebab bisa mengucapkan dua kalimat syahadat saat naza’ (sakaratul maut).
19.   Mengurangi sakit kepala, menghilangkan segala kotoran dan lendir yang ada di kepala.
20.   Menambah pahala kebaikan.
21.   Malaikat menyambut gembira terhadap orang yang shalat dengan bersiwak.
22.   Menerima buku catatan amal dengan tangan kanan.
23.   Menghilangkan penyakit kusta.
24.   Menyuburkan keturunan.
25.   Menjadi penghibur di alam kubur kelak.
26.   Merubah rupa malaikat maut menjadi tampan dan berseri saat menjemput ajal.
(Sebagaimana diterangkan dalam kitab I’aanah at-Thoolibiin  juz 1 hal 44)

§  Waktu-waktu yang disunnahkan bersiwak
Bersiwak hukumnya sunnah dalam segala keadaan, kecuali saat berpuasa setelah tergelincirnya matahari (masuk waktu dzuhur), maka hukumnya makruh.
Adapun waktu-waktu yang sangat dianjurkan untuk bersiwak:
1.       Setiap akan melakukan shalat.
Rasulullah saw, bersabda:
“Jika saja tidak memberakan pada umatku, niscaya aku akan perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali akan menjalankan shalat” (HR. Bukhori dan Muslim).
2.       Setiap akan berwudhu.
Dalam hadits lain Rasulullah saw, bersabda:
“Jika saja tidak memberatkan pada umatku, niscaya aku akan perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali akan melaksanakan wudhu.” (HR. Bukhori dan Muslim).
3.       Ketika berubahnya bau mulut.
4.       Setiap bangun tidur.
“Adalah Rasulullah saw, jika bangun dari malam dia mencuci dan menggosok mulutnya dengan siwak.” (HR. Bukhori).
5.       Setiap akan masuk rumah.
Dari Syuraih bin Hani:
“Aku bertanya kepada ‘Aisyah : “Apa yang dilakukan pertama kali oleh Rasulullah saw jika beliau memasuki rumahnya?”
‘Aisyah menjawab : “Bersiwak”. (HR. Muslim)
6.       Ketika hendak membaca Al-Qur’an.
Dari Ali ra. Berkata:
“Rasulullah saw memerintahkan kami bersiwak. Sesungguhnya seorang hamba apabila berdiri untuk shalat, maka malaikat mendekat, mendatangi dan berdiri di belakangnya, mendengarkan bacaan al-Qur’an dan terus mendengar serta mendekat sembari mulutnya di atas mulut hamba itu, sehingga tidaklah dia membaca satu ayat pun kecuali malaikat berada di rongganya.” (HR. Baihaqi).

§  Do’a bersiwak:
“Allahumma thohhir qolbi minasy syirki wan nifaaqi”
Ya Allah jagalah hatiku dari sifat syirik dan munafik.”

Sumber : Buletin Al-Mihrab
               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar